JAKARTA - Punggawa Persib Bandung mulai melakukan penyesuaian gaya hidup secara menyeluruh untuk menjaga performa fisik di tengah jadwal kompetisi yang tetap berjalan selama bulan puasa.
Manajemen tim bersama staf kepelatihan telah merumuskan protokol khusus bagi para pemain agar kondisi kebugaran mereka tidak mengalami penurunan meskipun harus menjalankan ibadah wajib tersebut.
Perubahan ini mencakup pengaturan jadwal istirahat, pemilihan nutrisi saat berbuka dan sahur, hingga intensitas latihan harian yang disesuaikan dengan kapasitas energi para atlet profesional di lapangan.
Pergeseran Jadwal Latihan Menjadi Sore Hari Guna Menjaga Metabolisme
Staf kepelatihan tim berjuluk Maung Bandung ini memutuskan untuk menggeser waktu latihan rutin menjadi sore hari menjelang waktu berbuka agar para pemain tidak terlalu lama menahan haus.
Langkah ini dinilai sangat efektif karena setelah sesi latihan berakhir para pemain bisa langsung membatalkan puasa dan mengembalikan cairan tubuh yang hilang dengan cepat serta efisien sekali.
Intensitas latihan juga diberikan secara bertahap dengan volume yang tidak terlalu membebani otot guna menghindari risiko cedera akibat dehidrasi yang sering mengintai atlet saat berpuasa di cuaca terik.
Pengawasan Ketat Asupan Nutrisi dari Tim Medis dan Ahli Gizi
Setiap pemain Persib diwajibkan untuk mengikuti panduan diet ketat yang telah disusun oleh tim medis guna memastikan asupan kalori dan protein tetap terpenuhi meskipun waktu makan terbatas.
Dokter tim menekankan pentingnya mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur serta memperbanyak konsumsi air mineral untuk menjaga hidrasi tubuh selama belasan jam tanpa asupan cairan apa pun.
Pemain juga diminta untuk menjauhi makanan berminyak atau gorengan yang berlebihan karena dapat memengaruhi kecepatan metabolisme dan membuat tubuh terasa lebih cepat lemas saat harus berlari kencang.
Manajemen Waktu Tidur Sebagai Kunci Pemulihan Fisik yang Optimal
Selain urusan makanan, pengaturan waktu tidur menjadi fokus utama bagi pelatih untuk memastikan proses pemulihan atau recovery otot para pemain berjalan dengan sempurna setiap malam harinya.
Pemain disarankan untuk segera beristirahat lebih awal setelah melaksanakan ibadah salat tarawih agar tetap bisa bangun dalam kondisi bugar saat waktu sahur tiba di dini hari nanti.
Disiplin waktu ini sangat krusial bagi pemain profesional mengingat jadwal pertandingan Liga 1 seringkali berlangsung pada malam hari yang menuntut konsentrasi serta fisik yang sangat prima sekali.
Komitmen Profesionalisme Pemain dalam Menjalankan Tugas dan Ibadah
Para pemain Persib menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi dengan rutinitas baru ini sebagai bentuk profesionalisme mereka sebagai atlet yang tetap taat dalam menjalankan kewajiban agama masing-masing.
Beberapa pemain asing maupun lokal mengaku tidak merasa keberatan dengan perubahan gaya hidup ini karena hal tersebut sudah menjadi bagian dari siklus tahunan dalam karier sepak bola Indonesia.
Dukungan dari rekan setim yang tidak berpuasa juga menjadi faktor penting dalam membangun atmosfer positif di dalam ruang ganti agar kekompakan tim tetap terjaga dengan sangat baik sekali.
Evaluasi Rutin Kondisi Kebugaran Melalui Perangkat Pemantauan Digital
Tim pelatih menggunakan perangkat teknologi canggih untuk memantau detak jantung serta tingkat kelelahan pemain setiap kali sesi latihan berakhir guna mendapatkan data yang sangat akurat.
Data tersebut menjadi acuan bagi pelatih dalam menentukan siapa saja pemain yang siap diturunkan dalam pertandingan resmi tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang dari pemain yang bersangkutan.
Inovasi dalam pemantauan fisik ini menunjukkan bahwa Persib Bandung sangat serius dalam mengelola sumber daya manusia mereka agar tetap kompetitif di papan atas klasemen liga musim ini.
Hingga hari Sabtu 21 Februari 2026, seluruh penggawa Maung Bandung terpantau dalam kondisi yang sangat sehat dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam melahap setiap porsi latihan yang diberikan pelatih.
Perubahan gaya hidup yang dilakukan secara kolektif ini diharapkan mampu memberikan hasil maksimal bagi prestasi klub serta memberikan contoh positif mengenai kedisiplinan bagi para penggemar sepak bola nasional.
Manajemen optimis bahwa dengan pola hidup yang teratur, Persib akan mampu melewati jadwal padat selama bulan Ramadan dengan raihan poin maksimal demi mengejar ambisi menjadi juara kompetisi tahun ini.